Navigation

Links-Jurnal

Pendahuluan

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh adsorpsi herbisida paraquat pada tanah Paleudult, Dystrandept dan Dystudept oleh berbagai pelarut; untuk membandingkan adsorpsi herbisida paraquat pada tanah Dystrandept dan Dystrudept secara deskriptif; dan untuk menjelaskan perubahan pH dan DHL pada adsorpsi herbisida paraquat pada berbagai jenis pelarut

Disain

Penelitian ini terdiri dari tiga set percobaan terpisah yaitu adsorpsi herbisida paraquat oleh tanah Paleudult, Dystrandept dan Dystrudept. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan kosentrasi herbisida paraquat 500 ppm untuk percobaan adsorpsi tanah Paleudult dan 300 ppm untuk percobaan adsorpsi tanah Dystrandept dan Dystrudept. Percobaan dengan perlakuan berbagai pelarut seperti air aquades, air hujan, air sumur, air sungai, air gambut dan air payau. Masing-masing perlakuan diulang empat kali sehingga didapat 72 unit percobaan. Percobaan adsorpsi herbisida menggunakan prosedur Batch.

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing pelarut memberikan pengaruh berbeda pada adsorpsi paraquat. Adsorpsi herbisida paraquat tertinggi oleh tanah Paleudult diperoleh menggunakan pelarut air hujan (4,98 cmol/kg) sementara yang terendah diperoleh menggunakan pelarut aquades (4,51 cmol/kg). Pada tanah Dystrandept adsorpsi herbisida paraquat tertinggi diperoleh menggunakan pelarut air hujan (1,94 cmol/kg) sama dengan tanah Palleudult, tapi yang terendah diperoleh dengan pelarut payau (1,50 cmol/kg). Walaupun demikian adsorpsi herbisida paraquat tertinggi pada tanah Dystrandept diperoleh dengan pelarut aquades (2,57 cmol/kg) sementara yang terendah diperoleh dengan pelarut air payau (1,95 cmol/kg). Penelitian jugga menunjukkan bahwa herbisida paraquat diadsorpsi lebih rendah oleh tanah Dystrandept dibandingkan tanah Dystrudept. Adsorpsi herbisida paraquat menurunkan pH sistem dan meningkatkan DHL sistem secara signifikan.