Navigation

Links-Jurnal

Pendahuluan

Penggunaan herbisida pada dasarnya untuk mengendalikan gulma yang tumbuh dipermukaan tanah, akan tetapi dalam aplikasinya dapat mengalami beberapa proses salah satunya teradsorpsi oleh partikel tanah. Hal ini menyebabkan herbisida tersebut tidak optimal dalam mengendalikan gulma, jika herbisida paraquat tersebut terakumulasi dalam tanah dalam jumlah yang besar dapat mencemari lingkungan. Adsorpsi herbisida di dalam tanah di pengaruhi oleh sifat tanah seperti jenis tanah, kandungan bahan organic, suhu, kelembaban, pH tanah serta macam kandungan mineral liat tanah. Keberadaan herbisida di dalam tanah dapat di deteksi dengan menggunakan metode Batch. Penelitian ini untuk menjelaskan pengaruh pH terhadap adsorpsi paraquat pada tanah Dystrudept, Dystrandept dan Psamment, menjelaskan perubahan pH dan DHL selama proses adsorpsi herbisida paraquat pada tanah Dystrudept, Dystrandept dan Psamment dan menentukan adsorpsi maksimum tiap jenis tanah dengan berbagai pH tanah.

Disain

Penelitian ini terdiri dari tiga set percobaan terpisah, yaitu adsorpsi herbisida oleh tanah Dystrudept, Dystrandept dan Psamment dengan lima taraf perlakuan konsentrasi yaitu 200 ppm, 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm dan 1000 ppm dan lima perlakuan pH dengan menambahkan 10 ml 0,01 dan 0,03 M HCl atau NaOH sedangkan sebagai kontrol dengan menambahkan 10 ml aquades. Masing-masing perlakuan terdiri dari tiga kali ulangan. Sebanyak 5 gram sampel tanah dimasukkan ke dalam Erlenmeyer 50 ml kemudian di perlakukan dengan 40 ml larutan herbisida paraquat dan 10 ml larutan HCl atau NaOH sesuai perlakuan. Suspensi kemudian di kocok dengan mesin penggojok (Shaker) selama 30 menit pada suhu ruang kemudian diinkubasi selama 24 jam kemudian dikocok selama 30 menit setelah itu suspensi disaring dengan kertas saring Whatman N0.42 dan filtratnya di tampung. Selanjutnya konsentrasi herbisida paraquat di dalam filtrat di tentukan dengan menggunakan Spektrofotometer UV/VIS spectronic 21D Milton Roy pada panjang gelombang 258 nm dengan sensitivitas tinggi dan jumlah herbisida yang teradsorpsi ditentukan dengan mengurangi konsentrasi yang diberikan dengan konsentrasi herbisida di dalam filtrat

Hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi herbisisda paraquat yang diberikan, adsorpsi herbisida pada tanah Dystrudept, Dystrandept dan Psamment juga semakin meningkat dan adsorpsi herbisida paraquat cendrung meningkat seiring dengan menurunnya pH tanah. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa ketiga jenis tanah tersebut menunjukkan nilai adsorpsi maksimum dan koefisien afinitas yang tidak konsisten. Pada tanah Dystrudept adsorpsi maksimum pada pH tnah skitar 3 yaitu 1,07 Cmol/Kg, sedangkan tanah Dystrandept adsorpsi maksimum pada pH tanah sekitar 4 yaitu 1,57 Cmol/Kg dan adsorpsi maksimum pada tanah Psamment yaitu 1,22 pada pH tanah sekitar 2. Aplikasi herbisida pada suatu tanah bila melebihi kemampuan adsorpsi maksimum dapat mencemari lingkungan.