Navigation

Links-Jurnal

Pendahuluan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tanaman pionir yang berpotensi untuk mempercepat peningkatan kesuburan tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Agustus 2004, di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Disain

Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan Split Plot dengan pola dasar rancangan acak lengkap dengan 3 kali ulangan. Faktor utama adalah jenis tanah yang terdiri atas tanah top soil (kontrol), tanah erosi (erosi 1), tanah sub soil (erosi 2) dan tanah paska tambang batu bara. Faktor kedua adalah jenis tanaman pionir yang meliputi Chromolaena odorata, Imperata cylindrica, Melastoma malabathricum, Saccharum spontaneum, dan Wedellia trilobata. Variabel-variabel yan diamati adalah Biomassa Microba Carbon (BMC), Biomassa Mikroba Nitroen (BMN), ketersediaan N-potensial(NAI), laju respirasi CO2, pH H2O, berat basah dan kerin tanaman serta laju pertumbuhan tanaman. Uji lanjut mengunakan uji Duncan’s New Multiple Range Tests (DMRT) pada taraf kepercayaan 5 %.

Hasil

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor jenis tanah ternyata berpengaruh nyata terhadap variable pengamatan kecuali pada BMN dan pH H2O, sedangkan faktor jenis vegetasi berpengaruh nyata pada variable tanaman yaitu berat kering dan basah tanaman serta laju pertumbuhan tanaman. Interaksi antar faktor tanah dan vegetasi berpengaruh nyata terhadap berat basah dan kering tanaman. Penanaman Wedellia trilobata memberikan pengaruh nyata pada kandungan BMN dengan nilai tertinggi yaitu 33.431 mg/g kemudian diikuti oleh Melastoma malabathricum sebesar (22.89 mg/g), Chromolaena odorata sebesar (16.203 mg/g), Saccharum spontaneum (14.710 mg/g) dan Imperata cylindrica sebesar (11.689 mg/g). Selain itu penanaman wedellia trilobata juga memberikan nilai ketersediaan N-potensial tertinggi yaitu 11.403 mg/g yang diikuti oleh penanaman Melastoma malabathricum (9.7510 mg/g), Chromolaena odorata (5.526 mg/g), Saccharum spontaneum ( 5.01 mg/g) dan Imperata cylindica (3.974 mg/g). Kandungan berat basah tanaman tertinggi terdapat pada vegetasi Wedellia trilobata yaitu sebesar (48.447 mg/g) diikuti oleh Saccharum spontaneum (38.997 mg/g), Imperata cylindrica (22.030mg/g), Chromolaena odorata (18.074 mg/g) dan Melastoma malabathricum ( 17.129 mg/g). Berdasarkan hasil penelitian, Wedellia trilobata merupakan vegetasi pionir yang paling berpotensi untuk digunakan sebagai tanaman pemulih kesuburan tanah dan sebagai penutup tanah dibandingkan dengan Melastome malabathricum, Chromolaena odorata, Saccharum spontaneum dan Imperata cylindrica.